IMPALM | Wahana Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup Sriwijaya
IMPALM Wahana Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup Sriwijaya merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat Sumatera Selatan yang bergerak dibidang lingkungan hidup dan kegiatan alam bebas. Awalnya IMPALM adalah kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya yang dideklarasikan pada tanggal 7 Juli 1977 dengan nama Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam. Pembatasan ruang gerak bagi kegiatan kepecintalaman di dalam kampus dan kebutuhan untuk lebih independen dalam mewujudkan visi bagi kelestarian lingkungan hidup mendorong IMPALM bermetamorfosis menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam bentuk Yayasan pada tanggal 10 Juni 1993 (Akte Notaris No: 20 dibuat oleh Wachid Hasyim, SH). Jumlah anggota aktif lebih dari 200 orang, yang bekerja menyebar di seluruh wilayah Indonesia.
———————————-
IMPALM founded on 7 July 1977 in Palembang which is the first environment organization in South Sumatra. IMPALM is an organization with individual members, until now the IMPALM’s member is about 200 people. IMPALM concerns with environment issues especially for Environmental Advocacies, Researches, Policy Analysis, education and improving awareness people to their environment. IMPALM has experiences working with communities surrounding conservation areas, for example Kerinci Seblat National Park at Musi Rawas district; Conducting an advocacy for communities which are as the mining victim in Muara Enim district; Monitoring the impact of contamination river in Musi River; and supporting of communities in Bangka island for cultivating at areas where is an area ex-tin-mine in the island as livelihood alternative. The recent project that IMPALM try to solve is to strengthen the community who live near the ex-tin mining for rejecting new areas for tin mining. Moreover, IMPALM suggests to the community to plant the area with peppers in order to improve their income and to minimize the impact of ex-tin-mine related to climate change.

